makalah jenis-jenis karya ilmiah dan pengertiannya
JENIS-JINIS KARYA ILMIAH
1. Makalah
Karya
tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah disertai analisis logis dan
objektif. Secara umum tujuan penulisan makalah adalah untuk kepentingan
penyajian hasil penelitian atau gagasan pemikiran dalam suatu diskusi. Oleh
karena itu, makalah umumnya ditulis secara singkat dan ringkas tanpa bab-bab.
Format penulisannya adalah:
- Bagian Awal: Halaman Sampul (Judul, Jenis Karya Tulis, Tujuan Penulisan, Nama dan Identitas Penulis, Lembaga, Tahun), Daftar Isi, Daftar Tabel,
- Bagian Inti: Pendahuluan, Latar Belakang Penulisan Makalah, Masalah Atau Topik Bahasan, Tujuan Penulisan Makalah, Teks Utama, Penutup
- Bagian Akhir: Daftar Kepustakaan dan Lampiran
2. Artikel
Artikel
adalah karya tulis yang dirancang untuk penerbitan jurnal ilmiah. Artikel ini
ditulis secara ringkas dan berisi hal-hal penting. Karena ringkas, maka ia
tidak memiliki bab-bab. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian atau
gagasan konseptual. Dalam penulisannya terdapat perbedaan masing-masingnya. Format
penulisannya adalah sebagai berikut:
- Artikel hasil penelitian
- Judul Artikel – Penulis – Absrak – Kata Kunci – Pendahuluan –Metode Penelitian –Hasil Penelitian – Pembahasan – Kesimpulan dan Saran.
- Artikel hasil gagasan/pemikiran:
- Judul, Penulis, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Bagian Inti, Penutup, Daftar Rujukan, dan lampiran
Menurut Pedoman
Penulisan Usul Penelitian, Tesis, dan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana
UNSOED (2008 : 85) artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk
dimuat dalam jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis
dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. Artikel
ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan ilmiah (review). Hasil
penelitian ataupun gagasan / pemikiran ilmiah akan lebih bermanfaat apabila
telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. Jurnal ilmiah merupakan
suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi kalangan
yang lebih luas atau publik.Artikel ilmiah seyogyanya dirancang dengan
menyesuaikan petunjuk penulisan jurnal yang dituju. Hampir semua jurnal ilmiah
mengeluarkan petunjuk /patokan yang harus diikuti jika ingin naskah kita dimuat
di dalamnya.Jumlah halaman artikel dalam jurnal biasanya dibatasi dan umumnya
tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk gambar dan tabel. Dengan demikian,
hanya hal-hal yang sangat perlu saja yang dapat dimuat dalam halaman yang
jumlahnya terbatas tersebut. Kebanyakan jurnal tidak menghendaki Tinjauan
Pustaka (Literature Review). Hal-hal yang berkaitan dengan survei pustaka
dipadukan dalam Pendahuluan (Introduction Background). Pemilihan dan pemilahan
menjadi amat penting dalam penulisan artikel ilmiah. Dalam banyak kasus, metode
dibuat seringkas-ringkasnya oleh penulis.
3.
Artikel Imiah Populer
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah
popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab,
ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Menurut Takedogawa (dalam
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com ) dinamakan ilmiah populer
karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca
khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel
ilmiah
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.
4.
Proposal Penelitian
Proposal
penelitian atau disebut juga usulan penelitian adalah rencana penelitian yang
menggambarkan secara umum hal-hal yang akan diteliti dan cara penelitian itu
dilaksanakan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang dikemukakan di dalam
sebuah penelitian. Format usulan penelitian dapat dibuat dalam beberapa
alternatif seperti berikut:
- Model I
- Latar Belakang Masalah – Rumusan dan Batasan masalah – Tujuan Penelitian – Definisi Operasional – Metode Penelitian
- Model II
- Latar Belakang Masalah – masalah penelitian – tinjauan kepustakaan – tujuan penelitian – metode penelitian
- Model III
- Masalah dan tujuan penelitian –kerangka penelitian – rencana kegiatan penelitian – kepustakaan
5.
SKRIPSI
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah
berdasarkan hasil penelitian lapangan atau studikepustakaan yang disusun
mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhirdalam studi
formalnya di Fakultas.
Menurut UPI
(dalam http://www.cs.upi.edu.com) Skripsi adalah karya tulis resmi akhir
mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi menggambarkan
kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan menyusun laporan
penelitian bidang studi (baik pendidikan maupun non kependidikan). Skripsi
ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung
data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung;
observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan.
Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan
material berupa penemuan baru.Berbeda dengan pendapat di atas Tugino (dalam
http://tugino230171.wordpress.com) skripsi adalah karya tulis yang diajukan
untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan
studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian
lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan
dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.
Tujuan dan Kegunaan Skripsi
Tujuan
dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara
ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis
administrasi negara dan komunikasi.
Karakteristik Skripsi
Skripsi
yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
- Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara keseluruhan (dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
- Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
- Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
- Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
- Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Persyaratan Penyusunan Skripsi
Untuk
melakukan penyusunan skripsi, mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
- Telah lulus mata kuliah dengan beban studi 110 sks.
- Nilai D tidak lebih dari 20% dan tidak ada nilai E.
- Telah lulus mata kuliah Statistik Sosial bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Metode Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Komunikasi bagi Program Studi Ilmu Komunikasi.
- Memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang telah ditentukan.
6.
TESIS
Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang
mahasiswa dalam menyelesaikanProgram Magister (S2). Tesis merupakan bukti
kemampuan yang bersangkutan dalampenelitian dan pengembangan ilmu pada salah
satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan. Tesis
mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi.
Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang
lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan
seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu.Tesis
berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau kesimpulan teoretis yang
diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan referensi-referensi yang
diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat Magister. Tesis disusun
oleh kandidat Magister secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah
satu syarat mencapai gelar Magister. (Panduan Tesis PSMP UNTAR, 2008:1).Tesis
atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan
metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama
pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah),
melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data,
menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.Dalam penulisannya
dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel,
dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu
dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama
dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
7.
DISERTASI
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang
mahasiswa dalammenyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan
bukti kemampuan yangbersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan
dengan penemuan baru dalamsalah satu disiplin Ilmu Pendidikan. Menurut Tugino (dalam
http://tugino230171.wordpress.com) disertasi ialah karangan yang diajukan untuk
mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas.
Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat
profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam
daripada persoalan dalam tesis.Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah
predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah
mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari
profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan
penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan
berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.Disertasi atau Ph.D
Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi
keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan
masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis.
Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik
atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji
dalam taraf yang tinggi.
8.
Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah.
Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis
untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh
ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk
tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari
susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau
kemanfaatannya. Kertas Kerja
Menurut Takedogawa (dalam
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com ) Kertas kerja pada prinsipnya
sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam.
Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya
dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan
acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena
lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis,
kesimpulan, atau kemanfaatannya.
9. Resensi
Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.
Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.
10. Laporan
Penelitian
Laporan
menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) ialah bentuk karangan
yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap,
diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan
ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.
11. KARYA
TULIS ILMIAH
Tulisan ilmiah: tulisan
yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang
tertentu, disusun menurut metode tertentu dengansistematika penulisanyang
bersantun bahasa dan isinya dapatdipertanggungjawabkan kebenarannya/
keilmiahannya. (Eko Susilo, M. 1995:11). Karya tulis ilmiah: karya ilmiah yang
bentuk, isi, dan bahasanya menggunakankaidah-kaidah keilmuan,atau Karya tulis
ilmiah: karya ilmiah yang dibuat berdasarkan pada kegiatan-kegiatan ilmiah
(penelitian lapangan, percobaan laboratorium, telaah buku/ libraryresearch,
dll.)
- Tulisan disebut
sebagai karya tulis ilmiah apabila:1. Disertakan fakta dan data yang bukan
merupakan khayalan ataupun pendapat pribadi.2. Disajikan dengan bentuk
ilmiah, obyektif atau apa adanya.. Menggunakan bahasa baku (ilmiah), lugas, dan
jelas, serta mungkin dari maknayang sifatnya konotasi/ ambigu.(Syarifah, Ety.
2004:--)
• Karya Ilmiah terbagi
atas karangan ilmiah dan laporan ilmiah.- Karangan IlmiahKarangan ilmiah adalah
salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang
diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan
darihasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika
memenuhisyaratsebagai berikut :
1.
penulisannya
berdasarkan hasil penelitian;
2.
pembahasan
masalahnya objektif sesuai dengan fakta;
3.
karangan itu mengandung masalah yang sedang
dicarikan pemecahannya;
4.
baik
dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metodetertentu;
5.
bahasanya
harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat;6. bahasa yang digunakan
hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehinggatidak terbuka
kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.Melihat persyaratan di atas,
seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memilikiketrampilan dan pengetahuan
dalam bidang :
1.
masalah yang diteliti,
2.
metode penelitian,
3.
teknik penulisan karangan ilmiah,
4. penguasaan bahasa yang baik.- Laporan
ilmiahLaporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi,
pengetahuan,atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat
berbentuk lisan
DAFTAR PUSTAKA
http://maizuddin.wordpress.com/2010/05/14/371/
http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-karya.html
www.lpmpjogja.diknas.go.id/…/32%20–%20KODE%20–%2005%20-%20B6%20Menulis%20Karya%20Ilmiah.pdf
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “JENIS-JENIS KARYA ILMIAH”
Makalah
ini berisikan tentang informasi Pengertian “JENIS-JENIS KARYA ILMIAH. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang Penulisan Karya ilmiah
Kami
menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan Makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan Makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha
kita. Amin.
Karimun,17
Oktober 2012
Zamri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar